ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah
lagi Maha Penyayang.
#sÎ)ur @Ï% öNßgs9 w (#rßÅ¡øÿè? Îû ÇÚöF{$# (#þqä9$s% $yJ¯RÎ) ß`øtwU cqßsÎ=óÁãB ÇÊÊÈ
11
wa-idzaa qiila lahum laa tufsiduu fii al-ardhi qaaluu innamaa nahnu mushlihuuna
11. Dan bila dikatakan kepada
mereka:"Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi[15]". mereka
menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan."
Iwr& öNßg¯RÎ) ãNèd tbrßÅ¡øÿßJø9$# `Å3»s9ur w tbráãèô±o ÇÊËÈ
12
alaa innahum humu almufsiduuna walaakin laa yasy'uruuna
12. Ingatlah, Sesungguhnya mereka Itulah
orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.
#sÎ)ur @Ï% öNßgs9 (#qãYÏB#uä !$yJx. z`tB#uä â¨$¨Z9$# (#þqä9$s% ß`ÏB÷sçRr& !$yJx. z`tB#uä âä!$ygxÿ¡9$# 3 Iwr& öNßg¯RÎ) ãNèd âä!$ygxÿ¡9$# `Å3»s9ur w tbqßJn=ôèt ÇÊÌÈ
13
wa-idzaa qiila lahum aaminuu kamaa aamana alnnaasu qaaluu anu/minu kamaa aamana
alssufahaau alaa innahum humu alssufahaau walaakin laa ya'lamuuna
13. Apabila dikatakan kepada mereka:
"Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain Telah beriman." mereka
menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu
Telah beriman?" Ingatlah, Sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh;
tetapi mereka tidak tahu.
#sÎ)ur (#qà)s9 tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqä9$s% $¨YtB#uä #sÎ)ur (#öqn=yz 4n<Î) öNÎgÏYÏÜ»ux© (#þqä9$s% $¯RÎ) öNä3yètB $yJ¯RÎ) ß`øtwU tbrâäÌöktJó¡ãB ÇÊÍÈ
14
wa-idzaa laquu alladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaw ilaa
syayaathiinihim qaaluu innaa ma'akum innamaa nahnu mustahzi-uuna
14. Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang
yang beriman, mereka mengatakan: "Kami Telah beriman". dan bila
mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[16], mereka mengatakan:
"Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah
berolok-olok."
ª!$# äÌöktJó¡o öNÍkÍ5 ÷LèeßJtur Îû öNÎgÏY»uøóèÛ tbqßgyJ÷èt ÇÊÎÈ
15
allaahu yastahzi-u bihim wayamudduhum fii thughyaanihim ya'mahuuna
15. Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan
membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#ãrutIô©$# s's#»n=Ò9$# 3yßgø9$$Î/ $yJsù Mpt¿2u öNßgè?t»pgÏkB $tBur (#qçR%x. úïÏtGôgãB ÇÊÏÈ
16
ulaa-ika alladziina isytarawuu aldhdhalaalata bialhudaa famaa rabihat
tijaaratuhum wamaa kaanuu muhtadiina
16. Mereka Itulah orang yang membeli kesesatan
dengan petunjuk, Maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka
mendapat petunjuk.
öNßgè=sVtB È@sVyJx. Ï%©!$# ys%öqtGó$# #Y$tR !$£Jn=sù ôNuä!$|Êr& $tB ¼ã&s!öqym |=yds ª!$# öNÏdÍqãZÎ/ öNßgx.ts?ur Îû ;M»yJè=àß w tbrçÅÇö6ã ÇÊÐÈ
17
matsaluhum kamatsali alladzii istawqada naaran falammaa adhaa-at maa hawlahu
dzahaba allaahu binuurihim watarakahum fii zhulumaatin laa yubshiruuna
17. Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang
menyalakan api[17], Maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah
hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam
kegelapan, tidak dapat Melihat.
BL༠íNõ3ç/ ÒôJãã öNßgsù w tbqãèÅ_öt ÇÊÑÈ
18
shummun bukmun 'umyun fahum laa yarji'uuna
18. Mereka tuli, bisu dan buta[18], Maka tidaklah
mereka akan kembali (ke jalan yang benar),
÷rr& 5=Íh|Áx. z`ÏiB Ïä!$yJ¡¡9$# ÏmÏù ×M»uKè=àß Óôãuur ×-öt/ur tbqè=yèøgs ÷LàiyèÎ6»|¹r& þÎû NÍkÍX#s#uä z`ÏiB È,Ïãºuq¢Á9$# uxtn ÏNöqyJø9$# 4 ª!$#ur 8ÝÏtèC tûïÌÏÿ»s3ø9$$Î/ ÇÊÒÈ
19
aw kashayyibin mina alssamaa-i fiihi zhulumaatun wara'dun wabarqun yaj'aluuna
ashaabi'ahum fii aatsaanihim mina alshshawaa'iqi hadzara almawti waallaahu
muhiithun bialkaafiriina
19. Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan
lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat
telinganya dengan anak jarinya, Karena (mendengar suara) petir,sebab takut akan
mati[19]. dan Allah meliputi orang-orang yang kafir[20].
ß%s3t ä-÷y9ø9$# ß#sÜøs öNèdt»|Áö/r& ( !$yJ¯=ä. uä!$|Êr& Nßgs9 (#öqt±¨B ÏmÏù !#sÎ)ur zNn=øßr& öNÍkön=tæ (#qãB$s% 4 öqs9ur uä!$x© ª!$# |=yds%s! öNÎgÏèôJ|¡Î/ öNÏdÌ»|Áö/r&ur 4 cÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ÖÏs% ÇËÉÈ
20 yakaadu albarqu yakhthafu abshaarahum
kullamaa adhaa-a lahum masyaw fiihi wa-idzaa azhlama 'alayhim qaamuu walaw
syaa-a allaahu ladzahaba bisam'ihim wa-abshaarihim inna allaaha 'alaa kulli
syay-in qadiirun
20. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan
mereka. setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar
itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki,
niscaya dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah
berkuasa atas segala sesuatu.
[15].
kerusakan
yang mereka perbuat di muka bumi bukan berarti kerusakan benda, melainkan
menghasut orang-orang kafir untuk memusuhi dan menentang orang-orang Islam.
[16].
Maksudnya:
pemimpin-pemimpin mereka.
[17].
orang-orang
munafik itu tidak dapat mengambil manfaat dari petunjuk-petunjuk yang datang
dari Allah, Karena sifat-sifat kemunafikkan yang bersemi dalam dada mereka.
keadaan mereka digambarkan Allah seperti dalam ayat tersebut di atas.
[18].
walaupun
pancaindera mereka sehat mereka dipandang tuli, bisu dan buta oleh Karena tidak
dapat menerima kebenaran.
[19].
keadaan
orang-orang munafik itu, ketika mendengar ayat-ayat yang mengandung peringatan,
adalah seperti orang yang ditimpa hujan lebat dan petir. mereka menyumbat
telinganya Karena tidak sanggup mendengar peringatan-peringatan Al Quran itu.
[20].
maksudnya
pengetahuan dan kekuasaan Allah meliputi orang-orang kafir.
LIHAT JUGA
* Surat Al-Baqarah ayat 11-20
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
PEMBAHASAN LAIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar