ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ
(Dengan
menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
ß%s3t ä-÷y9ø9$# ß#sÜøs öNèdt»|Áö/r& ( !$yJ¯=ä. uä!$|Êr& Nßgs9 (#öqt±¨B ÏmÏù !#sÎ)ur zNn=øßr& öNÍkön=tæ (#qãB$s% 4 öqs9ur uä!$x© ª!$# |=yds%s! öNÎgÏèôJ|¡Î/ öNÏdÌ»|Áö/r&ur 4 cÎ) ©!$# 4n?tã Èe@ä. &äóÓx« ÖÏs% ÇËÉÈ $pkr'¯»t â¨$¨Y9$# (#rßç6ôã$# ãNä3/u Ï%©!$# öNä3s)n=s{ tûïÏ%©!$#ur `ÏB öNä3Î=ö6s% öNä3ª=yès9 tbqà)Gs? ÇËÊÈ Ï%©!$# @yèy_ ãNä3s9 uÚöF{$# $V©ºtÏù uä!$yJ¡¡9$#ur [ä!$oYÎ/ tAtRr&ur z`ÏB Ïä!$yJ¡¡9$# [ä!$tB ylt÷zr'sù ¾ÏmÎ/ z`ÏB ÏNºtyJ¨V9$# $]%øÍ öNä3©9 ( xsù (#qè=yèøgrB ¬! #Y#yRr& öNçFRr&ur cqßJn=÷ès? ÇËËÈ bÎ)ur öNçFZà2 Îû 5=÷u $£JÏiB $uZø9¨tR 4n?tã $tRÏö7tã (#qè?ù'sù ;ouqÝ¡Î/ `ÏiB ¾Ï&Î#÷VÏiB (#qãã÷$#ur Nä.uä!#yygä© `ÏiB Èbrß «!$# cÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇËÌÈ bÎ*sù öN©9 (#qè=yèøÿs? `s9ur (#qè=yèøÿs? (#qà)¨?$$sù u$¨Z9$# ÓÉL©9$# $ydßqè%ur â¨$¨Z9$# äou$yfÅsø9$#ur ( ôN£Ïãé& tûïÌÏÿ»s3ù=Ï9 ÇËÍÈ ÎÅe³o0ur úïÏ%©!$# (#qãYtB#uä (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# ¨br& öNçlm; ;M»¨Yy_ ÌøgrB `ÏB $ygÏFøtrB ã»yg÷RF{$# ( $yJ¯=à2 (#qè%Îâ $pk÷]ÏB `ÏB ;otyJrO $]%øÍh (#qä9$s% #x»yd Ï%©!$# $oYø%Îâ `ÏB ã@ö6s% ( (#qè?é&ur ¾ÏmÎ/ $YgÎ7»t±tFãB ( óOßgs9ur !$ygÏù Ólºurør& ×ot£gsÜB ( öNèdur $ygÏù crà$Î#»yz ÇËÎÈ * ¨bÎ) ©!$# w ÿ¾ÄÓ÷ÕtGó¡t br& z>ÎôØo WxsVtB $¨B Zp|Êqãèt/ $yJsù $ygs%öqsù 4 $¨Br'sù úïÏ%©!$# (#qãYtB#uä tbqßJn=÷èusù çm¯Rr& ,ysø9$# `ÏB öNÎgÎn/§ ( $¨Br&ur tûïÏ%©!$# (#rãxÿ2 cqä9qà)usù !#s$tB y#ur& ª!$# #x»ygÎ/ WxsVtB ¢ @ÅÒã ¾ÏmÎ/ #ZÏV2 Ïôgtur ¾ÏmÎ/ #ZÏWx. 4 $tBur @ÅÒã ÿ¾ÏmÎ/ wÎ) tûüÉ)Å¡»xÿø9$# ÇËÏÈ tûïÏ%©!$# tbqàÒà)Zt yôgtã «!$# .`ÏB Ï÷èt/ ¾ÏmÉ)»sWÏB tbqãèsÜø)tur !$tB ttBr& ª!$# ÿ¾ÏmÎ/ br& @|¹qã crßÅ¡øÿãur Îû ÇÚöF{$# 4 Í´¯»s9'ré& ãNèd crçÅ£»yø9$# ÇËÐÈ y#øx. crãàÿõ3s? «!$$Î/ öNçGYà2ur $Y?ºuqøBr& öNà6»uômr'sù ( §NèO öNä3çGÏJã §NèO öNä3Íøtä §NèO Ïmøs9Î) cqãèy_öè? ÇËÑÈ uqèd Ï%©!$# Yn=y{ Nä3s9 $¨B Îû ÇÚöF{$# $YèÏJy_ §NèO #uqtGó$# n<Î) Ïä!$yJ¡¡9$# £`ßg1§q|¡sù yìö7y ;Nºuq»yJy 4 uqèdur Èe@ä3Î/ >äóÓx« ×LìÎ=tæ ÇËÒÈ øÎ)ur tA$s% /u Ïps3Í´¯»n=yJù=Ï9 ÎoTÎ) ×@Ïã%y` Îû ÇÚöF{$# ZpxÿÎ=yz ( (#þqä9$s% ã@yèøgrBr& $pkÏù `tB ßÅ¡øÿã $pkÏù à7Ïÿó¡our uä!$tBÏe$!$# ß`øtwUur ßxÎm7|¡çR x8ÏôJpt¿2 â¨Ïds)çRur y7s9 ( tA$s% þÎoTÎ) ãNn=ôãr& $tB w tbqßJn=÷ès? ÇÌÉÈ
20.
yakaadu albarqu yakhthafu abshaarahum kullamaa adhaa-a lahum
masyaw fiihi wa-idzaa azhlama 'alayhim qaamuu walaw syaa-a allaahu ladzahaba
bisam'ihim wa-abshaarihim inna allaaha 'alaa kulli syay-in qadiirun
21.
yaa ayyuhaa alnnaasu u'buduu rabbakumu alladzii khalaqakum
waalladziina min qablikum la'allakum tattaquuna
22.
alladzii ja'ala lakumu al-ardha firaasyan waalssamaa-a
binaa-an wa-anzala mina alssamaa-i maa-an fa-akhraja bihi mina altstsamaraati
rizqan lakum falaa taj'aluu lillaahi andaadan wa-antum ta'lamuuna
23.
wa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa
fa/tuu bisuuratin min mitslihi waud'uu syuhadaa-akum min duuni allaahi in
kuntum shaadiqiina
24.
fa-in lam taf'aluu walan taf'aluu faittaquu alnnaara allatii
waquuduhaa alnnaasu waalhijaaratu u'iddat lilkaafiriina
25.
wabasysyiri alladziina aamanuu wa'amiluu alshshaalihaati anna
lahum jannaatin tajrii min tahtihaa al-anhaaru kullamaa ruziquu minhaa min
tsamaratin rizqan qaaluu haadzaa alladzii ruziqnaa min qablu wautuu bihi
mutasyaabihan walahum fiihaa azwaajun muthahharatun wahum fiihaa khaaliduuna
26.
inna allaaha laa yastahyii an yadhriba matsalan maa
ba'uudhatan famaa fawqahaa fa-ammaa alladziina aamanuu faya'lamuuna annahu
alhaqqu min rabbihim wa-ammaa alladziina kafaruu fayaquuluuna maatsaa araada
allaahu bihaadzaa matsalan yudhillu bihi katsiiran wayahdii bihi katsiiran
wamaa yudhillu bihi illaa alfaasiqiina
27.
alladziina yanqudhuuna 'ahda allaahi min ba'di miitsaaqihi
wayaqtha'uuna maa amara allaahu bihi an yuushala wayufsiduuna fii al-ardhi
ulaa-ika humu alkhaasiruuna
28.
kayfa takfuruuna biallaahi wakuntum amwaatan fa-ahyaakum
tsumma yumiitukum tsumma yuhyiikum tsumma ilayhi turja'uuna
29.
huwa alladzii khalaqa lakum maa fii al-ardhi jamii'an tsumma
istawaa ilaa alssamaa-i fasawwaahunna sab'a samaawaatin wahuwa bikulli syay-in
'aliimun
30.
wa-idz qaala rabbuka lilmalaa-ikati innii jaa'ilun fii
al-ardhi khaliifatan qaaluu ataj'alu fiihaa man yufsidu fiihaa wayasfiku
alddimaa-a wanahnu nusabbihu bihamdika wanuqaddisu laka qaala innii a'lamu maa
laa ta'lamuuna
Artinya:
20.
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. setiap kali kilat
itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap
menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya dia
melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa
atas segala sesuatu.
21.
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang
yang sebelummu, agar kamu bertakwa,
22.
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai
atap, dan dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan
hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu
mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah[31], padahal kamu Mengetahui.
23.
Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang kami wahyukan
kepada hamba kami (Muhammad), buatlah[32] satu surat (saja) yang semisal Al
Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang
yang benar.
24.
Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan
dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia
dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.
25.
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat
baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di
dalamnya. setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka
mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu."
mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada
isteri-isteri yang Suci dan mereka kekal di dalamnya[33].
26.
Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau
yang lebih rendah dari itu[34]. adapun orang-orang yang beriman, Maka mereka
yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir
mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan Ini untuk perumpamaan?."
dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[35], dan dengan
perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. dan tidak ada
yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik,
27.
(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian
itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk
menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. mereka Itulah orang-orang
yang rugi.
28.
Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah
menghidupkan kamu, Kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, Kemudian
kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?
29.
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan
dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia
Maha mengetahui segala sesuatu.
30.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi."
mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu
orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami
senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan
berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
[31].
ialah
segala sesuatu yang disembah di samping menyembah Allah seperti
berhala-berhala, dewa-dewa, dan sebagainya.
[32].
ayat
Ini merupakan tantangan bagi mereka yang meragukan tentang kebenaran Al Quran
itu tidak dapat ditiru walaupun dengan mengerahkan semua ahli sastera dan
bahasa Karena ia merupakan mukjizat nabi Muhammad s.a.w.
[33].
kenikmatan
di syurga itu adalah kenikmatan yang serba lengkap, baik jasmani maupun rohani.
[34].
diwaktu
Turunnya surat Al Hajj ayat 73 yang di dalamnya Tuhan menerangkan bahwa
berhala-berhala yang mereka sembah itu tidak dapat membuat lalat, sekalipun
mereka kerjakan bersama-sama, dan Turunnya surat Al Ankabuut ayat 41 yang di
dalamnya Tuhan menggambarkan Kelemahan berhala-berhala yang dijadikan oleh
orang-orang musyrik itu sebagai pelindung sama dengan lemahnya sarang
laba-laba.
[35].
disesatkan
Allah berarti: bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau
memahami petunjuk-petunjuk Allah. dalam ayat ini, Karena mereka itu ingkar dan
tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan,
Maka mereka itu menjadi sesat.
LIHAT JUGA
* Surat Al-Baqarah ayat 11-20
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
PEMBAHASAN LAIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar