Surat Al-Baqarah ayat 1-10
ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ
1.
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
$O!9# ÇÊÈ
1
alif-laam-miin
1. Alif
laam miin[1].
y7Ï9ºs Ü=»tGÅ6ø9$# w |=÷u ¡ ÏmÏù ¡ Wèd z`É)FßJù=Ïj9 ÇËÈ
2
dzaalika alkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiina
2.
Kitab[2] (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka
yang bertaqwa[3]
tûïÏ%©!$# tbqãZÏB÷sã Í=øtóø9$$Î/ tbqãKÉ)ãur no4qn=¢Á9$# $®ÿÊEur öNßg»uZø%yu tbqà)ÏÿZã ÇÌÈ
3
alladziina yu/minuuna bialghaybi wayuqiimuuna alshshalaata wamimmaa razaqnaahum
yunfiquuna
3.
(yaitu) mereka yang beriman[4] kepada yang ghaib[5], yang mendirikan
shalat[6], dan menafkahkan sebahagian rezki[7] yang kami anugerahkan kepada
mereka.
tûïÏ%©!$#ur tbqãZÏB÷sã !$oÿÏ3 tAÌRé& y7øs9Î) !$tBur tAÌRé& `ÏB y7Î=ö7s% ÍotÅzFy$$Î/ur ö/ãf tbqãZÏ%qã ÇÍÈ
4
waalladziina yu/minuuna bimaa unzila ilayka wamaa unzila min qablika
wabial-aakhirati hum yuuqinuuna
4. Dan
mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang Telah diturunkan kepadamu dan
kitab-kitab yang Telah diturunkan sebelummu[8], serta mereka yakin akan adanya
(kehidupan) akhirat[9].
y7Í´¯»s9'ré& 4n?tã Wèd `ÏiB öNÎgÎn/§ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd cqßsÎ=øÿßJø9$# ÇÎÈ
5
ulaa-ika 'alaa hudan min rabbihim waulaa-ika humu almuflihuuna
5.
Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan
merekalah orang-orang yang beruntung[10].
¨bÎ) úïÏ%©!$# (#rãxÿx. íä!#uqy óOÎgøn=tæ öNßgs?öxRr&uä ÷Pr& öNs9 öNèdöÉZè? w tbqãZÏB÷sã ÇÏÈ
6
inna alladziina kafaruu sawaaun 'alayhim a-andzartahum am lam tundzirhum laa
yu/minuuna
6.
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri
peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
zNtFyz ª!$# 4n?tã öNÎgÎ/qè=è% 4n?tãur öNÎgÏèôJy ( #n?tãur öNÏdÌ»|Áö/r& ×ouq»t±Ïî ( öNßgs9ur ë>#xtã ÒOÏàtã ÇÐÈ
7
khatama allaahu 'alaa quluubihim wa'alaa sam'ihim wa'alaa abshaarihim
ghisyaawatun walahum 'adzaabun 'azhiimun
7. Allah
Telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka[11], dan penglihatan mereka
ditutup[12]. dan bagi mereka siksa yang amat berat.
z`ÏBur Ĩ$¨Y9$# `tB ãAqà)t $¨YtB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$$Î/ur ÌÅzFy$# $tBur Nèd tûüÏYÏB÷sßJÎ/ ÇÑÈ
8
wamina alnnaasi man yaquulu aamannaa billahi wa bil yaumi aakhiri wama hum
bimu'miniina
8. Di
antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan hari
kemudian[13]," pada hal mereka itu Sesungguhnya bukan orang-orang yang
beriman.
cqããÏ»sä ©!$# tûïÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä $tBur cqããyøs HwÎ) öNßg|¡àÿRr& $tBur tbráãèô±o ÇÒÈ
9
yukhaadi'uuna allaaha waalladziina aamanuu wamaa yakhda'uuna illaa anfusahum
wamaa yasy'uruuna
9.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka
Hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Îû NÎgÎ/qè=è% ÖÚz£D ãNèdy#tsù ª!$# $ZÊttB ( óOßgs9ur ë>#xtã 7OÏ9r& $yJÎ/ (#qçR%x. tbqç/Éõ3t ÇÊÉÈ
10
fii quluubihim maradhun fazaadahumu allaahu maradhan walahum 'adzaabun aliimun
bimaa kaanuu yakdzibuuna
10. Dalam
hati mereka ada penyakit[14], lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka
siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
[1]
ialah
huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al
Quran seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan
sebagainya. diantara ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada
Allah Karena dipandang termasuk ayat-ayat mutasyaabihaat, dan ada pula yang
menafsirkannya. golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama
surat, dan ada pula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk
menarik perhatian para Pendengar supaya memperhatikan Al Quran itu, dan untuk
mengisyaratkan bahwa Al Quran itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang
tersusun dari huruf-huruf abjad. kalau mereka tidak percaya bahwa Al Quran
diturunkan dari Allah dan Hanya buatan Muhammad s.a.w. semata-mata, Maka
cobalah mereka buat semacam Al Quran itu.
[2]
Tuhan
menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai
isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis.
[3]
takwa
yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya;
dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya; tidak cukup diartikan dengan takut
saja.
[4]
Iman
ialah kepercayaan yang teguh yang disertai dengan ketundukan dan penyerahan
jiwa. tanda-tanda adanya iman ialah mengerjakan apa yang dikehendaki oleh iman
itu.
[5]
yang
ghaib ialah yang tak dapat ditangkap oleh pancaindera. percaya kepada yang
ghjaib yaitu, mengi'tikadkan adanya sesuatu yang maujud yang tidak dapat
ditangkap oleh pancaindera, Karena ada dalil yang menunjukkan kepada adanya,
seperti: adanya Allah, malaikat-malaikat, hari akhirat dan sebagainya.
[6]
Shalat
menurut bahasa 'Arab: doa. menurut istilah syara' ialah ibadat yang sudah
dikenal, yang dimulai dengan takbir dan disudahi dengan salam, yang dikerjakan
untuk membuktikan pengabdian dan kerendahan diri kepada Allah. mendirikan
shalat ialah menunaikannya dengan teratur, dengan melangkapi syarat-syarat,
rukun-rukun dan adab-adabnya, baik yang lahir ataupun yang batin, seperti
khusu', memperhatikan apa yang dibaca dan sebagainya.
[7]
Rezki:
segala yang dapat diambil manfaatnya. menafkahkan sebagian rezki, ialah
memberikan sebagian dari harta yang Telah direzkikan oleh Tuhan kepada
orang-orang yang disyari'atkan oleh agama memberinya, seperti orang-orang
fakir, orang-orang miskin, kaum kerabat, anak-anak yatim dan lain-lain.
[8]
Kitab-kitab
yang Telah diturunkan sebelum Muhammad s.a.w. ialah kitab-kitab yang diturunkan
sebelum Al Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut
dalam Al Quran yang diturunkan kepada para rasul. Allah menurunkan Kitab kepada
Rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril a.s., lalu Jibril
menyampaikannya kepada rasul.
[9]
Yakin
ialah kepercayaan yang Kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. akhirat
lawan dunia. kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. yakin
akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan
sesudah dunia berakhir.
[10]
ialah
orang-orang yang mendapat apa-apa yang dimohonkannya kepada Allah sesudah
mengusahakannya.
[11]
yakni
orang itu tidak dapat menerima petunjuk, dan segala macam nasehatpun tidak akan
berbekas padanya.
[12]
Maksudnya:
mereka tidak dapat memperhatikan dan memahami ayat-ayat Al Quran yang mereka
dengar dan tidak dapat mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah
yang mereka lihat di cakrawala, di permukaan bumi dan pada diri mereka sendiri.
[13]
Hari
kemudian ialah: mulai dari waktu mahluk dikumpulkan di padang mahsyar sampai
waktu yang tak ada batasnya.
[14]
yakni
keyakinan mereka terdahap kebenaran nabi Muhammad s.a.w. lemah. Kelemahan keyakinan
itu, menimbulkan kedengkian, iri-hati dan dendam terhadap nabi s.a.w., agama
dan orang-orang Islam.
LIHAT JUGA
* Surat Al-Baqarah ayat 11-20
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
PEMBAHASAN LAIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar