ÉOó¡Î0 «!$# Ç`»uH÷q§9$# ÉOÏm§9$# ÇÊÈ
(Dengan
menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
zN¯=tæur tPy#uä uä!$oÿôF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎztä n?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ÎTqä«Î6/Rr& Ïä!$yJór'Î/ ÏäIwàs¯»yd bÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇÌÊÈ zN¯=tæur tPy#uä uä!$oÿôF{$# $yg¯=ä. §NèO öNåkyÎztä n?tã Ïps3Í´¯»n=yJø9$# tA$s)sù ÎTqä«Î6/Rr& Ïä!$yJór'Î/ ÏäIwàs¯»yd bÎ) öNçFZä. tûüÏ%Ï»|¹ ÇÌÊÈ (#qä9$s% y7oY»ysö6ß w zNù=Ïæ !$uZs9 wÎ) $tB !$oYtFôJ¯=tã ( y7¨RÎ) |MRr& ãLìÎ=yèø9$# ÞOÅ3ptø:$# ÇÌËÈ tA$s% ãPy$t«¯»t Nßg÷¥Î;/Rr& öNÎhͬ!$oÿôr'Î/ ( !$£Jn=sù Nèdr't6/Rr& öNÎhͬ!$oÿôr'Î/ tA$s% öNs9r& @è%r& öNä3©9 þÎoTÎ) ãNn=ôãr& |=øxî ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur ãNn=÷ær&ur $tB tbrßö7è? $tBur öNçFYä. tbqãKçFõ3s? ÇÌÌÈ øÎ)ur $oYù=è% Ïps3Í´¯»n=uKù=Ï9 (#rßàfó$# tPyKy (#ÿrßyf|¡sù HwÎ) }§Î=ö/Î) 4n1r& uy9õ3tFó$#ur tb%x.ur z`ÏB úïÍÏÿ»s3ø9$# ÇÌÍÈ $uZù=è%ur ãPy$t«¯»t ô`ä3ó$# |MRr& y7ã_÷ryur sp¨Ypgø:$# xä.ur $yg÷ZÏB #´xîu ß]øym $yJçFø¤Ï© wur $t/tø)s? ÍnÉ»yd notyf¤±9$# $tRqä3tFsù z`ÏB tûüÏHÍ>»©à9$# ÇÌÎÈ $yJßg©9yr'sù ß`»sÜø¤±9$# $pk÷]tã $yJßgy_t÷zr'sù $£JÏB $tR%x. ÏmÏù ( $uZù=è%ur (#qäÜÎ7÷d$# ö/ä3àÒ÷èt/ CÙ÷èt7Ï9 Arßtã ( ö/ä3s9ur Îû ÇÚöF{$# @s)tGó¡ãB ìì»tFtBur 4n<Î) &ûüÏm ÇÌÏÈ #¤)n=tGsù ãPy#uä `ÏB ¾ÏmÎn/§ ;M»yJÎ=x. z>$tGsù Ïmøn=tã 4 ¼çm¯RÎ) uqèd Ü>#§qG9$# ãLìÏm§9$# ÇÌÐÈ $oYù=è% (#qäÜÎ7÷d$# $pk÷]ÏB $YèÏHsd ( $¨BÎ*sù Nä3¨YtÏ?ù't ÓÍh_ÏiB Wèd `yJsù yìÎ7s? y#yèd xsù ì$öqyz öNÍkön=tæ wur öNèd tbqçRtøts ÇÌÑÈ tûïÏ%©!$#ur (#rãxÿx. (#qç/¤x.ur !$oYÏF»t$t«Î/ y7Í´¯»s9'ré& Ü=»ptõ¾r& Í$¨Z9$# ( öNèd $pkÏù tbrà$Î#»yz ÇÌÒÈ ûÓÍ_t6»t @ÏäÂuó Î) (#rãä.ø$# zÓÉLyJ÷èÏR ûÓÉL©9$# àMôJyè÷Rr& ö/ä3øn=tæ (#qèù÷rr&ur üÏökyéÎ/ Å$ré& öNä.ÏôgyèÎ/ }»Î)ur Èbqç7ydö$$sù ÇÍÉÈ
31
wa'allama aadama al-asmaa-a kullahaa tsumma 'aradhahum 'alaa almalaa-ikati
faqaala anbi-uunii bi-asmaa-i haaulaa-i in kuntum shaadiqiina
32 qaaluu subhaanaka laa 'ilma lanaa illaa maa 'allamtanaa
innaka anta al'aliimu alhakiimu
33 qaala yaa aadamu anbi/hum bi-asmaa-ihim falammaa anba-ahum
bi-asmaa-ihim qaala alam aqul lakum innii a'lamu ghayba alssamaawaati
waal-ardhi wa-a'lamu maa tubduuna wamaa kuntum taktumuuna
34 wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu
illaa ibliisa abaa waistakbara wakaana mina alkaafiriina
35 waqulnaa yaa aadamu uskun anta wazawjuka aljannata wakulaa
minhaa raghadan haytsu syi/tumaa walaa taqrabaa haadzihi alsysyajarata
fatakuunaa mina alzhzhaalimiina
36 fa-azallahumaa alsysyaythaanu 'anhaa fa-akhrajahumaa
mimmaa kaanaa fiihi waqulnaa ihbithuu ba'dhukum liba'dhin 'aduwwun walakum fii
al-ardhi mustaqarrun wamataa'un ilaa hiinin
37 fatalaqqaa aadamu min rabbihi kalimaatin fataaba 'alayhi
innahu huwa alttawwaabu alrrahiimu
38 qulnaa ihbithuu minhaa jamii'an fa-immaa ya/tiyannakum
minnii hudan faman tabi'a hudaaya falaa khawfun 'alayhim walaa hum yahzanuuna
39 waalladziina kafaruu wakadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa-ika
ash-haabu alnnaari hum fiihaa khaaliduuna
40 yaa banii israa-iila udzkuruu ni'matiya allatii an'amtu
'alaykum wa-awfuu bi'ahdii uufi bi'ahdikum wa-iyyaaya fairhabuuni
Artinya:
31.
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya,
Kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah
kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang
benar!"
32.
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui
selain dari apa yang Telah Engkau ajarkan kepada Kami; Sesungguhnya Engkaulah
yang Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana[36]."
33.
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama
benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda
itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa
Sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang
kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?"
34.
Dan (Ingatlah) ketika kami berfirman kepada para malaikat:
"Sujudlah[37] kamu kepada Adam," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis;
ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.
35.
Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu
surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja
yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini[38], yang menyebabkan kamu
termasuk orang-orang yang zalim.
36.
Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari surga itu[39] dan
dikeluarkan dari keadaan semula[40] dan kami berfirman: "Turunlah kamu!
sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman
di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan."
37.
Kemudian Adam menerima beberapa kalimat[41] dari Tuhannya, Maka Allah
menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang.
38.
Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian
jika datang petunjuk-Ku kepadamu, Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku,
niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih
hati".
39.
Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu
penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
40.
Hai Bani Israil[42], ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan
kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku[43], niscaya Aku penuhi janji-Ku
kepadamu; dan Hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).
[36]
Sebenarnya
terjemahan Hakim dengan Maha Bijaksana kurang tepat, Karena arti Hakim ialah:
yang mempunyai hikmah. hikmah ialah penciptaan dan penggunaan sesuatu sesuai
dengan sifat, guna dan faedahnya. di sini diartikan dengan Maha Bijaksana
Karena dianggap arti tersebut hampir mendekati arti Hakim.
[37]
sujud
di sini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud
memperhambakan diri, Karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata
kepada Allah.
[38]
pohon
yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan
Hadist tidak menerangkannya. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana
tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan
syaitan.
[39]
Adam
dan hawa dengan tipu daya syaitan memakan buah pohon yang dilarang itu, yang
mengakibatkan keduanya keluar dari surga, dan Allah menyuruh mereka turun ke
dunia. yang dimaksud dengan syaitan di sini ialah Iblis yang disebut dalam
surat Al Baqarah ayat 34 di atas.
[40]
maksud
keadaan semula ialah kenikmatan, kemewahan dan kemuliaan hidup dalam surga.
[41]
tentang
beberapa kalimat (ajaran-ajaran) dari Tuhan yang diterima oleh Adam sebahagian
ahli tafsir mengartikannya dengan kata-kata untuk bertaubat.
[42]
Israil
adalah sebutan bagi nabi Ya'qub. Bani Israil adalah turunan nabi Ya'qub;
sekarang terkenal dengan bangsa Yahudi.
[43]
Janji
Bani Israil kepada Tuhan ialah: bahwa mereka akan menyembah Allah dan tidak
mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, serta beriman kepada rasul-rasul-Nya
di antaranya nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana yang tersebut di dalam Taurat.
LIHAT JUGA
* Surat Al-Baqarah ayat 11-20
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
* Surat Al-Baqarah ayat 21-30
* Surat Al-Baqarah ayat 31-40
* Surat Al-Baqarah ayat 41-50
PEMBAHASAN LAIN
http://kasanovastory.blogspot.co.id/2018/02/syamsul-rizal.html
BalasHapus